Selasa, 29 September 2015

Wanita Hebatku

Wanita hebatku
Mama..
Semoga selalu diberi kesempatan untuk menemani ku..
Diberikan kesehatan dan kesejahteraan..
Kebahagiaan dan rizki yang melimpah.
Maaf kan buah hatimu ini,,
yang hingga detik ini tidak pernah bisa membahagia kan mu,,
Jika aku masih belum mampu mempersembahkan matahari itu untuk mu

Mama tersayang, maafkan aku untuk semua pemberontakan ku
Untuk semua kenakalan kecil ku, dan untuk semua celoteh nakalku..
tidak pernah sedikit pun terbersit di hati ku untuk membangkang atas semua perintahmu,,,
Maafkan atas semua tangis yang pernah kuberikan,
Surga firdaus untukmu ma.. :”)

Minggu, 08 Februari 2015

HAMPIR SAJA

“Alhamdulillah”,ucapku pelan setelah pengajian ta’lim muta’allim yang diampu oleh Abah Sholah usai. Aku melihat teman disebelahku,Fafa rupanya dia tertidur ketika pengajian berlangsung. Aku membangunkannya.“Fa,Fafa!Ayo bangun”,ucapku pelan,seraya menepuk nepuk pundaknya.Fafa mengucek ucek matanya,lantas dia terbangun.”udah selesai?”,Tanya dia dengan polosnya.”Yaudah lah,liat aja,masjidnya aja udah sepi” kataku. Fafa mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru masjid,tak lama kemudian,dia mengajak pulang.
          Suasana di komplek putri Pondok Pesantren Al-Hikmah sudah mulai ramai,banyak santriwati yang hilir mudik membeli sarapan pagi, menjemur pakaian,bermain bulu tangkis di depan kamar,dan ada juga yang hanya malas malasan di kamar mereka. Sesampainya di kamar,aku lantas melepas mukenah dan melipatnya.
          “Ika,beli makan yuk?aku lapar”,ajak Fafa. Aku mengiyakan ajakannya.Saat aku hendak memakai jilbab,tiba tiba terdengar suara yang memanggilku dari luar kamar. Lalu aku keluar kamar,kulihat di luar sudah ada teman temanku.”Ika,ayo cepet”,kata Elfi. Dia,dan kedua temanku lainnya,yaitu Nana dan Maria menghampiriku.”Lho,memangnya mau kemana?”